Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2015

Azam Adzan Hujan

Karya: Eka Mega Cynthia 

Larik lirik lirisku masihlah tentangMu
Segala azam adzan hujan setia berkumandang
Dalam derai jejak hidup
Memanggil sanubari tetap bertahta
MenujuMu, hanya padaMu

Adalah dengung do’a hatur padaMu, Gusti
Remukkan ego dalam sejuta bait
Luruhkan pada tiap lingkaran sabar dan ikhlas
Menjalani layaknya pintaMu
Seperti pula titahMu

Aku hanyalah cakrawala, aku hanya aksara seorang hamba
Berujar bertutur mengejar pahala
Meski tak pelak, tak kupungkiri
Aku pernah menggenggam bara, menjauh dariMu
Tanpa sadari aku buatMu terluka

Kini telah kutemukan cintaku kembali
CintaMu padaku pada lautan jiwa
Cintaku padaMu pada denting musim aroma
Geliatnya memekarkan benih yang dulu layu
Semerbak harumnya tawarkan selaksa suarga

Aku kembali Allah
Memeluk rengkuhanMu
bersama kehangatan yang tiada pernah terpudar
Tersenyum merajut damai

dalam dawai yang kau tawarkan

Sabtu, 07 Februari 2015

Ayat-Ayat Cinta-Nya



 Apri Andayani*
Ku buka mushaf-Mu
Berjenjang firman-Mu yang suci
Sulit diterka dengan comberan hati
Bersyarat qalbun salim
            Ku guritkan kata demi kata
            Coba buka jendela mata
            Buka lebar-lebar kaca hati      
            Untuk memahami ayat-ayat cinta-Nya
Ayat-ayat cinta yang terukir indah
Terkandung selaksa petuah
Petuah hidup oleh sang Maha dari segala pujangga
            Tak kuasaku tahan linang kristal mata
            Pahami ayat-ayat cinta
            Yang Kau anugrahkan bagi sang uswatun hasanah

Kamis, 29 Januari 2015

Naungan SurgaNya



Karya : Erna Susilowati*


Ada tujuh golongan
Allah menjanjikan keindahan
Pemegang teguh persyaratan
Siapakah mereka?

Selasa, 27 Januari 2015

Aku Tak Mengharap Cintamu Lagi



Karya : Apri Andiyani*
 
Biarlah bumi terbelah
Biarkan semua hancur
Hatiku tlah luluh lantah
Berkeping-keping tanpa sisa

Kamis, 01 Januari 2015

Bunga Matahari



Karya : Eka Mega Cynthia*

Kita tanam bersama bunga matahari
Meranumkannya di ladang kehidupan 
Mengambil pupuk pilihan terbaik
Dari segala racikan hitam putih duka nestapa, bahagia
menjemput kebaikan warna embun
mencipta lukisan langit di butiranNya
Matahari mengajariku terang
Bulan mengajariku remang
Dalam dua sisi dan delapan mata angin
Kita saling belajar menemukan segala yang tepat
untuk pilihan terbaik memaknai asa depan

2011-2014

*Eka Mega Cynthia, lahir di Karanganyar, 18 Maret 1991. Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta. Berkutat di dunia kepenulisan lepas. Hobi sastra, seni, dan kuliner. Beberapa tulisannya dimuat di Koran dan beberapa majalah. Karyanya ada pula dalam beberapa antologi keroyokan. Facebook dan twitter: @EkaMegaCynthia, Email: ekamegac@gmail.com.

Kamis, 04 Desember 2014

KERETA

Karya : Eka Mega Cynthia

Butir-butir rinai merubung senja
Gema dzikirnya memercik
Pada rel-rel besi tua
Berkarat,
Pada gerbong-gerbong usang
Mengusung keikhlasan,
Pada geliat legam
Menuju kalam.

220112-050914
08.33 WIB

*Eka Mega Cynthia, lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 18 Maret 1991. Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta. Hobi sastra, seni, dan kuliner. Beberapa tulisannya telah dimuat di Koran dan Majalah. Karyanya ada dalam antologi keroyokan, Senandung Alam.

Rabu, 03 Desember 2014

Pagar Rumahku Tinggi Sekali

Oleh: Kamila Asy Syifa*

Dulu rumahku kosong dan polos
Catnya sederhana, lugu dan tak bercahaya
Tak satu orangpun tertarik memandangnya
Seiring bertambahnya waktu
Tak terasa rumahku kini berisi
Tersimpan barang berharga nun istimewa
Pintu kaca bening kemilau
Cat tembok berwarna menyala
Hiasan-hiasan antik dan menarik
Ada lubang panjang membentuk lorong
Menghantarkan ke ruang rahasia
Lubang itu hanya bisa dimasuki
Oleh orang-orang yang beruntung
Hiasan-hiasannya hanya bisa disentuh
Oleh orang-orang yang patuh
Ada lahan luas bercocok tanam
Menanam benih kehidupan
Yang membuahkan biji unggul
Tetapi hatiku semakin was-was
Dengan segala keadaan rumahku
Aku tak ingin sembarang orang
Memasuki area rumahku
Hanya orang yang terpilih
Yang kuijinkan memasukinya
Lalu kubangun pagar besi menjulang tinggi
Mengelilingi halaman rumahku sebagai pembatas.

*Wanita berkaca mata minus dengan nama pena Kamila Asy Syifa atau Erna si Alif Kecil ini sudah lulus S1 Tarbiyah PAI di STAIN Kudus. Masih serabutan. Menulis, Mengajar di Bimbel, privat, dan olshop. Bergabung dalam wadah kepenulisan FAM (Forum Aktif Menulis). Lahir di Kudus, 26 Februari 1992. Bergabung dalam Yayasan Majlis Tafsir Al-Quran Perwakilan Kudus di tahun 2012. Semoga penulis bisa istiqomah di jalan dakwah. Dakwah dengan amal dan tulisan.

Sabtu, 25 Oktober 2014

MA…



Karya : Eka Mega Cynthia*
Ma, kau bilang aku harus tekun
Meniti titah Allah, Kun fa ya kun

Ma, kau bilang aku tidak boleh ‘nakal’
Karna aku di anugrahi akal

Ma, kau bilang aku harus menjaga damai
Nanti biar kebaikan bersemai

Ma, kau bilang semua ibu mengajarkan ini pada anak-anaknya
Jawabmu waktu kubertanya

Tapiii,
Ma, tidakkah janggal
Bumi pertiwi menangis di ruang jagal

Ma, tidakkah kau bingung
Apa yang dikatakan mama dan ibu-ibu lain ajarkan hanya jadi dengung

Maaf Ma,
Anak-anakmu kurang mendengarkan
Kebaikan pertama yang kau bisikkan.
Atas titah Allah Kun fa ya kun

210112-050914
15.06 WIB


*Tentang Penyair: Eka Mega Cynthia, lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 18 Maret 1991. Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta. Hobi sastra, seni, dan kuliner. Beberapa tulisannya telah dimuat di Koran Solopos dan Majalah STORY. Karyanya ada dalam antologi keroyokan, Senandung Alam (Puisi: LeutikaPrio, 2012).