Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2015

Muslimah dan Dilema Entertaiment *)

Karya: Apri Andayani


            Laju globalisasi tak mampu dihentikan, kemajuan dunia di segala lini kehidupan pun semakin menggila, gempuran pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) juga sudah di depan mata. Sebagai salah satu imbas kemajuan ini adalah semakin gemerlapnya media, baik itu berupa radio, koran, televisi hingga streaming. Dan salah satu produk dari kemajuan media ini adalah entertainment (dunia hiburan).

Selasa, 07 Juli 2015

Mengenal Biografi, Pemikiran, dan karya-karya Hamzah Fansuri


Tulisan: Abdul Wahid

Pada abad ke XVII, kerajaan Aceh mencapai zaman kejayaannya. Kerajaan Aceh pada masa ini banyak dikunjungi oleh ulama dan orang-orang Muslim yang ingin menuntut ilmu Islam, baik dari mancanegara maupun dalam negeri. Hal ini disebabkan karena Aceh pada waktu itu merupakan tempat studi agama Islam yang terkenal di kepulauan Nusantara dan sekitarnya.

Kamis, 22 Januari 2015

Indahnya Pasir Putih Pantai Buyutan Di Kala Senja



Hai kawan! Liburan sudah jalan-jalan kemana saja ya? Kali ini saya menyajikan tulisan tentang tempat wisata yang layak Anda kunjungi ketika liburan menyapa. Salah satunya adalah objek wisata pantai Buyutan yang terletak di desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Selasa, 06 Januari 2015

Bapak, Siapa yang Akan Mendoakanmu?*



Oleh : Titisan Senja**

“Mak, Bimo minta dibeliin adek bayi, ya.” Rengekku pada emak yang sedang membungkus tempe dengan daun pisang. Emak yang terlihat sibuk mempersiapkan dagangannya untuk hari pasar esok hari, hanya menanggapi permintaanku dengan senyum dikulum. Waktu itu, namanya juga masih usia delapan tahun, ku pikir adik bayi bisa dibeli di toko sebagaimana aku bisa membeli sepeda wimcycle. Dan senyum emak ku tafsirkan sebagai pengiyaan. Buktinya, setahun sesudahnya perut emak membesar dan lahirlah adek bayi laki-laki yang sangat ku nanti.

Senin, 27 Oktober 2014

Mengapa Mahasiswa Masih Percaya Mitos?


Oleh : Rafiah*
Mitos tumbuh dalam diri manusia seiring dengan pertumbuhannya. Mitos itu seperti tanaman. Ia tumbuh karena ada yang menanamnya. Orang tualah yang menanam mitos dalam diri seorang manusia, khususnya pada mahasiswa ketika berada di masa kanak-kanak. Mitos adalah sebuah tradisi turun-temurun yang tidak bisa dihapuskan meski dengan berbagai cara. Langkah untuk menghapus mitos justru membuat mitos kian mengalir mengikuti laju hidup manusia.

Sabtu, 08 Maret 2014

Ujian: Syarat Mutlak Kemenangan


Oleh : Nisa Asy-Syifa
 
Siap untuk menang adalah siap menghadapi ujian. Ungkapan tersebut yang seharusnya ada di setiap hati para pejuang agama Allah SWT. Dalam sejarah perjuangan menegakkan kalimat tauhid La ilaha illalloh, maka sejak itu pula ujian pun dimulai. Mari kita buka kembali Al-Qur’an surat Al-Ankabût :  1 – 2 “Alif Lâm Mîm, Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja mengatakan: “Kami beriman,” sementara mereka tidak diuji? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, dan Alloh akan benar-benar tahu siapakah orang-orang yang benar dan siapakah orang-orang yang dusta.”
            Saudaraku, kita buka lagi lembar-lembar shiroh nan agung. Sejarah dan kisah panjang
para nabi serta orang-orang yang jujur imannya silih berganti menerima ujian. Tak terkecuali mereka para pemimpin yang teguh memegang tauhid. Bukan hal mudah bagi seorang hamba yang mengkonsentrasikan dirinya dengan hati tulus dan menegakkan kalimat mulia tersebut, melainkan haruslah dirinya mampu menerima segala ujian, keletihan, beban berat, dan kepayahan yang sangat.

Sabtu, 22 Februari 2014

Dakwah Efektif Selain Khotbah


Oleh : Sri Rahayu Sholihah

“Bergeraklah Wahai Generasi Rabbani”

Allohu Akbar...Allohu Akbar
Berjuanglah wahai aktivis dakwah
Jauhi maksiat, tumpas kedzaliman
Penerus perjuangan para tentara Alloh
Allohu Akbar...Allohu Akbar
Bergeraklah wahai aktivis dakwah
Penegak syiar Islam, penggerak sunnah
Bukti cinta para perindu Jannah
(Ar Ruhul jadi_Shatul Harakah)
Ya... cuplikan nasyid di atas semoga bisa memacu ghirah pemuda rabbani sebagai penerus dakwah Islam di bumi Allah ini, amin.
Agama di sisi Allah hanyalah agama Islam, Islam merupakan agama yang universal dengan segala bentuk kajian yang berada di dalamnya, baik bersifat iptek maupun imtaq. Semuanya berlandaskan pada peneguhan ketauhidan akan adanya Allah SWT yang menjadi sumber dari segala kekuatan.
Dalam proses sejarah penyebaran agama Islam, peran pemuda sangatlah besar. Kalau kita lihat Rasulullah SAW diangkat menjadi nabi yang membawa risalah dari Allah SWT ketika masih berusia 25 tahun, yang merupakan usia produktif (pemuda). Ini sebagai bukti bahwa Allah menurunkan risalah-Nya, memercayakan perjuangan penegakan agama Allah (Islam) pada pemuda yang “notabene” nya mempunyai karakter dan berkompeten serta mempunyai semangat tinggi. Hal ini bisa menjadi tonggak semangat kita sebagai kaum muda untuk membangkitkan kembali ghirah dakwah meneruskan risalah Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW.

Rabu, 15 Januari 2014

Aku Pilih Nama Hari Ahad, kalau Kamu?


Oleh : Abdul Wahid
Dalam menentukan nama-nama hari, bangsa Indonesia mengikuti penamaan hari menurut bahasa Arab selain nama hari ahad, sehingga menjadi Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Dalam artikel singkat ini penulis ingin mengupas tentang perbedaan penamaan pada hari pertama dalam satu pekan. Berikut ulasan singkat mengenai hal tersebut.
Sejarah penamaan hari Minggu,
Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis, (Dominggo) yang berarti hari Tuhan. Dalam bahasa Melayu kata Domingo dieja menjadi Dominggu. Lalu sekitar abad 19-20, kata ini dieja lagi menjadi Minggu. Berdasarkan kepercayaan umat Kristen bahwa pada hari Minggu Yesus bangkit. Maka, umat kristiani menyebut hari Ahad sebagai hari Minggu. Akan tetapi, umat Islam tidak memercayai hal tersebut. Sehingga umat Islam lebih memilih pemakaian  nama “Ahad” ketimbang “Minggu.”