Selasa, 11 Februari 2014

Antara Dakwah dan Pemuda


Oleh : Nur Hayati

            Dakwah adalah kegiatan menyampaikan suatu kebenaran dari Allah SWT.  Kegiatan dakwah bersifat persuasif mengajak seseorang untuk berbuat kebaikan sebagaimana diterangkan dalam Al Quran dan As Sunnah.
            Dakwah tidak hanya dilakukan oleh ustadz, kyai atau mubaliq saja, melinkan dapat di oleh siapa saja yang memiliki ilmu (walau hanya sebesar biji sawi) serta dapat dilakukan mana saja. Meskipun ilmu yang kita miliki belum banyak, tetapi kita oleh Rasulullah diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran kebenaran walaupun hanya satu ayat. Hal ini termaktub dalam hadis berikut,“(yang artinya:) Sampaikanlah dariku (yakni dari Rasulullah SAW) walau hanya satu ayat ” [HR Al-Bukhari 3/1275 no 3274]
            Kenapa demikian? Karena Allah menugaskan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di bumi. Dakwah adalah tugas seluruh umat Islam. Termasuk pemuda yang mempunyai kesempatan  besar dalam berdakwah, kenapa  seperti itu? Sebagaimana yang dijelaskan oleh Tan Malaka bahwa Idealisme adalah kekayaan terbesar yang hanya dimiliki oleh pemuda. Artinya pemuda mempunyai idealisme pada sesuatu hal yang dianggap kebenaran. Jika kita berbicara tentang kebenaran tentunya tak lepas dari Al Quran dan As Sunah sebagai  petunjuk  yang membawa kebenaran. Sebagaimana sebuah hadis,Kutinggalkan Pada Kamu Sekalian 2 Perkara Yang Kamu Tidak Akan Sesat Apabila Kamu Berpegang Teguh Pada Keduanya, Yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. (HR. Malik Dalam Al-Muwaththa' Juz 2 Hal 899)

            Kita tahu bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang di ridhai Allah SWT. Dengan datangnya Islam, dunia yang awalnya gelap gulita menjadi terang benderang. Sebagaimana dalam kisah.
            Pada suatu kesempatan dalam pembukaan Rapat Besar di Lapangan Ikada, Jakarta tanggal 11 September 1944, Bung Hatta berkata “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia, yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menderita”. Kepercayaan beliau bukan tanpa alasan. Hal ini karena Muhamad Hatta tahu seperti apa saat pemuda bergerak. Lantas apakah dakwa selalu identik dengan ceramah atau pidato di masjid. Tidak teman, sesungguhnya hakikat dakwah adalah kegiatan yang persuasif, atau ajakan.
            Berikut adalah kisah-kisah memprihatikan yang pernah saya temui. Seorang gadis kecil berpindah agama karena dianggap mencuri sandal di Mushola. Padahal jelas-jelas ia tidak mencuri. Karena orang tuanya  kurang paham juga dengan Islam. Maka setelah kejadian itu orang tua gadis itu melarang putrinya ke masjid. Justru ia tertarik dengan ajakan tantenya ke gereja. Di sanalah ia merasa dihargai. Tidak hanya itu, mungkin teman-teman juga sering mendengar orang Islam yang murtad karena diajak orang Nasrani yang membiaya pengobatannya. Yah begitulah ironi memang. Sedikit saya ceritakan tentang bagaimana mereka  berdakwah sangat penuh cinta dan kasih sayang.  Padahal kita tahu bahwa konsep itu Islam punya, bukan sebagaimana hadis berikut ini, "Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak boleh tidur) dan demam (panas dingin)." (HR. Muslim).
            Sebenarnya konsep berdakwah dalam Islam telah dirumuskan dengan begitu apik oleh Rasulullah SAW. Dakwah (ajakan) Islam harus dilakukan dengan penuh kasih sayang, hal ini didasari dari sebuah hadist berikut, “Kamu tidak akan masuk surge sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga saling berkasih sayang. Maukah aku tunjukkan sesuatu kalau kamu kerjakan maka akan terwujudlah kasih sayang diantara kamu? Tebarkanlah salam diantara kalian!.” [HR. Tirmidzi]. Karena dakwah yang disampaikan Rasulullah supaya menimbulkan rasa kasih sayang dalam kekeluargaan, maka sekalipun dalam dakwah beliau tidak mendapat sambutan yang baik, seperti di cemooh, di caci-maki, dan berbagai tuduhan yang jelek kepada Rasulullah SAW. Akan tetapi, beliau tetap menerima dengan hal itu dengan  kesabaran dan tidak marah. Selain itu beliau merasa kasihan terhadap orang-orang menghinanya karena mereka tidak bisa memahami apa yang beliau sampaikan, maka Rasulullah pun mendoakan mereka supaya mendapat hidayah dari Allah SWT.
            Begitulah Rasulullah SAW dalam berdakwah menyerukan Islam kepada umat manusia. Walaupun pada mulanya mendapat penentangan dan penolakan yang keras dari orang yang didakwahi, tetapi dengan keiklasan dan kesabaran beliau dibarengi dengan rasa kasih sayang, akhirnya agama Islam bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia berkat pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai pemuda Islam seharusnya bisa meneladani sikap yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah dalam menyampaikan dakwah Islam. Supaya agama Islam bisa jaya dan semoga ajaran Islam bisa melingkupi segala aspek perbuatan manusia di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar