Oleh : Nur Hayati
Dakwah adalah
kegiatan menyampaikan suatu kebenaran dari Allah SWT. Kegiatan dakwah bersifat persuasif mengajak
seseorang untuk berbuat kebaikan sebagaimana diterangkan dalam Al Quran dan As
Sunnah.
Dakwah tidak hanya
dilakukan oleh ustadz, kyai atau mubaliq saja, melinkan dapat di oleh siapa saja yang memiliki ilmu (walau hanya
sebesar biji sawi) serta dapat dilakukan mana saja. Meskipun ilmu yang kita miliki belum banyak, tetapi kita oleh Rasulullah diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran kebenaran walaupun hanya satu ayat. Hal ini
termaktub dalam hadis berikut,“(yang artinya:) Sampaikanlah dariku (yakni dari Rasulullah SAW) walau hanya satu ayat ” [HR
Al-Bukhari 3/1275 no 3274]
Kenapa demikian? Karena Allah menugaskan manusia sebagai
khalifah atau pemimpin di bumi. Dakwah adalah tugas seluruh umat Islam. Termasuk
pemuda yang mempunyai kesempatan besar
dalam berdakwah, kenapa seperti itu?
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Tan Malaka bahwa Idealisme
adalah kekayaan terbesar yang hanya dimiliki oleh pemuda. Artinya
pemuda mempunyai idealisme pada sesuatu hal yang dianggap
kebenaran. Jika kita berbicara tentang kebenaran
tentunya tak lepas dari Al Quran dan As Sunah sebagai petunjuk
yang membawa kebenaran. Sebagaimana sebuah hadis, “Kutinggalkan Pada Kamu
Sekalian 2 Perkara Yang Kamu Tidak Akan Sesat Apabila Kamu Berpegang Teguh Pada
Keduanya, Yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. (HR. Malik Dalam Al-Muwaththa'
Juz 2 Hal 899)”
Kita tahu bahwa Islam
adalah satu-satunya agama yang di ridhai Allah SWT. Dengan datangnya Islam, dunia
yang awalnya gelap gulita menjadi terang benderang. Sebagaimana dalam kisah.
Pada suatu
kesempatan dalam pembukaan Rapat Besar di Lapangan Ikada, Jakarta tanggal 11
September 1944, Bung Hatta berkata “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda
Indonesia, yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menderita”.
Kepercayaan beliau bukan tanpa alasan. Hal ini karena Muhamad Hatta tahu
seperti apa saat pemuda bergerak. Lantas apakah dakwa selalu identik dengan
ceramah atau pidato di masjid. Tidak teman, sesungguhnya hakikat dakwah
adalah kegiatan yang persuasif, atau ajakan.
Berikut adalah kisah-kisah
memprihatikan yang pernah saya temui. Seorang gadis kecil berpindah agama
karena dianggap mencuri sandal di Mushola. Padahal jelas-jelas ia tidak mencuri. Karena orang tuanya kurang paham juga dengan Islam.
Maka setelah kejadian itu orang tua gadis itu melarang putrinya ke
masjid. Justru ia tertarik dengan ajakan tantenya ke gereja. Di sanalah ia
merasa dihargai. Tidak hanya itu, mungkin teman-teman juga sering mendengar
orang Islam yang murtad karena diajak orang Nasrani yang membiaya
pengobatannya. Yah begitulah ironi memang. Sedikit saya ceritakan tentang
bagaimana mereka berdakwah sangat penuh
cinta dan kasih sayang. Padahal kita
tahu bahwa konsep itu Islam punya, bukan sebagaimana hadis berikut ini, "Perumpamaan
orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama
mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka
akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan
insomnia (tidak boleh tidur) dan demam (panas dingin)." (HR. Muslim).
Sebenarnya konsep
berdakwah dalam Islam telah dirumuskan dengan begitu apik oleh Rasulullah SAW. Dakwah
(ajakan) Islam harus dilakukan dengan penuh kasih
sayang, hal ini
didasari dari sebuah hadist berikut, “Kamu
tidak akan masuk surge sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga
saling berkasih sayang. Maukah aku tunjukkan sesuatu kalau kamu kerjakan maka
akan terwujudlah kasih sayang diantara kamu? Tebarkanlah salam diantara
kalian!.” [HR. Tirmidzi]. Karena dakwah yang disampaikan Rasulullah supaya
menimbulkan rasa kasih sayang dalam kekeluargaan, maka sekalipun dalam dakwah
beliau tidak mendapat sambutan yang baik, seperti di cemooh, di caci-maki, dan
berbagai tuduhan yang jelek kepada Rasulullah SAW. Akan tetapi, beliau tetap
menerima dengan hal itu dengan kesabaran
dan tidak marah. Selain itu beliau merasa kasihan terhadap orang-orang
menghinanya karena mereka tidak bisa memahami apa yang beliau sampaikan, maka
Rasulullah pun mendoakan mereka supaya mendapat hidayah dari Allah SWT.
Begitulah
Rasulullah SAW dalam berdakwah menyerukan Islam kepada umat manusia. Walaupun
pada mulanya mendapat penentangan dan penolakan yang keras dari orang yang didakwahi, tetapi dengan keiklasan dan kesabaran beliau dibarengi dengan rasa
kasih sayang, akhirnya agama Islam bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia
berkat pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai pemuda Islam
seharusnya bisa meneladani sikap yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah dalam
menyampaikan dakwah Islam. Supaya agama Islam bisa jaya dan semoga ajaran Islam
bisa melingkupi segala aspek perbuatan manusia di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar