Pemuda-pemudi Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Surakarta dengan
semangat yang membara akhirnya dapat membuat sebuah film perdana mereka
berjudul “Tauhid Dalam Hati” (TDH). Film ini akan tayang perdana pada jumat
(28/02) di gedung teater besar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Film ini
menceritakan tentang kegelisahan seorang muslim yang ikut mengaji di MTA
terhadap keadaan umat Islam sekitarnya yang masih kental dengan ritual-ritual
yang bertentangan dengan ajaran Islam. Film ini juga mengangkat isu tentang
keberagaman pendapat yang ternodai oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk
memecah belah umat Islam.
“Kegelisahan
(kami) akan keberagaman yang ternodai oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab,”
Kata koordinator film TDH, Heri, dalam keterangan persnya kepada tim kami, Selasa (18/02).
Dengan hadirnya film ini, diharapkan dapat memperlurus
keberadaan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di tengah-tengah masyarakat bahwa
organisasi ini bukan aliran sesat. Selain itu, juga untuk membeberkan fakta
bahwa MTA bukan aliran sesat yang berangkat dari sebuah keluarga berlanjut ke
lingkungan masyarakat luas.
“Hasil dari film ini biar dilihat (untuk) membeberkan
fakta berangkat dari sebuah keluarga berlanjut ke lingkungan dan masyarakat
luas.” Kata Heri
Pada pemutaran
film perdana kali ini ditargetkan semua khalayak umum bisa berpartisipasi untuk
menonton film tersebut. Dalam keterangan persnya Heri, menargetkan bahwa pada pemutaran perdana film
ini 2.000 penonton untuk wilayah kota solo dan untuk luar kota solo akan
diadakan road show ke berbagai kota
di indonesia.
“Untuk lokal di kota solo
kita adakan kuota 1500 – 2000 penonton, untuk luar daerah kita targetkan semua
khalayak bias menonton, dengan adanya road show ke berbagai kota di indonesia.”
Pungkas Heri. (Abdul Wahid)Berikut sinopsis ceritanya :
Pak Joko adalah warga desa Morgo
Mulyo dan juga kepala rumah tangga bagi istri serta kedua anak perempuanya.
Sebagai warga desa Pak Joko sama dengan warga desa lainnya yang masih kental
akan budaya kejawen.
Sebagai orang Islam Pak Joko bukan
orang yang taat dalam menjalankan agama bahkan cenderung melakukan larangan
agama apalagi Pak Joko adalah salah satu penggerak judi dan minum alkohol di
Desanya. Bertolak belakang dengan Pak Joko, istri dan anak-anaknya adalah sosok
yang taat dalam menjalankan agama.
Melalui radio MTA Pak Joko
mendapatkan hidayah walaupun pada awalnya menolak dengan keras terhadap apa
yang disiarkan oleh radio MTA, dalam upayanya kembali ke dalam menjalankan
ajaran agama Islam dan meninggalkan larangan agama Islam juga menyanpaikan pada
warga lain apa yang ia kaji. Pak Joko mendapatkan banyak rintangan dari warga
lain yang merasa tidak setuju dengan apa yang disampaikan dan di lakukan Pak
Joko.
Didasari apa yang di alami dan di
lalui dalam kehidupanya Pak Joko menjadi pribadi yang kuat dalam beragama dan
senantiasa berpegang teguh pada apa yang di yakini benar yaitu kembali ke
Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tetap menghormati warga lain yang tidak sejalan
dengan apa yang diyakini Pak Joko.
Cara hidup dan pola pikir Pak Joko yang baru adalah
cerminan hubungan yang seharusnya terjalin antar warga dalam menjalankan
kehidupan beragama, bila semua didasari rasa saling menghormati dan menghargi
dalam menjalankan pemahaman agama masing masing. Juga tidak merasa paling benar
dan menyalahkan paham lain, karena kebenaran hakiki hanyalah milik Allah
semata.
* Saksikan Pemutaran Film Tauhid
dalam Hati. Jum’at, 28 Februari 2014 di Teater Besar ISI Surakarta.
Jam Tayang : 13.00-14.30 WIB,
16.00-17.30 WIB, dan 20.00-21.30 WIB.
HTM 15rb.
Pemesanan Ticket | Ikhwan : Abdul
Rosyid 089674009380 | Akhwat : Khumaira 085728617973
https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=h6USmJYrP0s
joss
BalasHapusayo ikut nulis mbak,... :D
BalasHapus